1. SEJARAH SINGKAT

Kecamatan Pematang Jaya secara de jure dibentuk pada tanggal 19 Desember 2007 melaui Perda Kabupaten Langkat No. 27/ 2007 tentang Pembentukan Kecamatan Sirapit, Kecamatan Kutambaru dan Kecamatan Pematang Jaya di Kabupaten Langkat. Namun secara de facto Kecamatan Pematang Jaya mulai beroperasi terhitung mulai tanggal 19 Februari 2008 yang ditandai dengan acara peresmian kecamatan dan sekaligus pelantikan dan pengambilan sumpah Camat pertama yakni Drs. Muhammad Nurta beserta perangkatnya. Dimana seiring dengan perjalanan waktu pimpinan kecamatan dilanjutkan oleh Mhd. Ilyas, S.Sos  TMT 05 November 2010  dan Ahmad Fitria, S.Sos TMT 11 November 2014 hingga sekarang.

Kecamatan Pematang Jaya berkedudukan sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Langkat, merupakan pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan di pimpin oleh Camat yang mana bertangungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Menurut keterangan yang dihimpun dari orang-orang tua bahwa Pematang Jaya mempunyai makna “Benteng Kemenangan” karena pada kala itu dikawasan ini pernah berjaya (dalam hal ekonomi) pada masa zaman Belanda yang ditandai dengan adanya sisa-sisa peninggalan sejarah seperti yang terdapat di Desa Limau Mungkur berupa tiang pancang rumah sakit, pabrik garam dan pertokoan. Selanjutnya di Desa Salahaji terdapat besi tua puing-puing pelabuhan dan sumur-sumur minyak serta gas bumi, sehingga masyarakat sepakat menabalkan sebutan Pematang Jaya untuk nama Kecamatan Pematang Jaya dengan harapan akan bisa berjaya kembali seperti dahulu kala.

Kecamatan Pematang Jaya merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Pangkalan Susu dan Kecamatan Besitang yang wilayahnya terdiri dari 8 (delapan) desa dengan cacatan 6 (enam) desa berasal dari Kecamatan Pangkalan Susu, yaitu Desa Damar Condong, Desa Serang Jaya Hilir, Desa Perkebunan Damar Condong, Desa Perkebunan Perapen, Desa Limau Mungkur dan Desa Pematang Tengah. Dua desa lagi berasal dari Kecamatan Besitang, yakni Desa salahaji dan Desa Serang Jaya.

Bagikan